Home > Celoteh > Tentang Bu Londri

Tentang Bu Londri

Bu Londri berasal dari kata “ibu laundry” yang artinya ibu yang menawarkan jasa mencucikan baju. Istilah ini cukup populer di sekitar lingkungan kosan dekat kampus saya. Asal mula usaha jasa ini tidak lepas dari berdirinya “kampus putih biru”-saya di pinggiran kota Bandung. Berdirinya kampus ini ternyata membuka lapangan kerja baru bagi penduduk di sekitarnya. Mulailah bermunculan kos-kosan, mulai dari yang harga murah sampai yang mewah. Kemudian ditambah munculnya usaha warung makan, toko-toko kecil yang menyediakan kebutuhan sehari-hari, rental komputer, foto copy, galon air minum, dan lain sebagainya. Tidak ketinggalan juga, muncul sebuah usaha yang sebelumnya belum ada. Yaitu jasa pencucian baju.

Anak kos ada 2 tipe berdasarkan sikap mereka terhadap pakaian kotornya (hehe). Mereka yang rajin mencuci sendiri dan mereka yang malas mencuci pakaian disela aktivitas sebagai mahasiswa. Rasa malas mencuci sendiri ini akan semakin menjadi-jadi jika musim ujian, juga musim hujan, apalagi kalo musim sakit. Hal ini diperburuk dengan kondisi air kosan yang tidak menentu. Kadang jernih, seringkali keruh. Maklum deket sungai. Apalagi kalo hujan, tambah kotor itu air kosan. Ibaratnya “mencuci dengan air selokan”, mau?

Rupanya ibu-ibu masyarakat di sekitar kampus cukup jeli memandang ini sebagai sebuah peluang untuk menambah penghasilan keluarga. Maka mulailah ibu-ibu itu menawarkan jasa pencucian baju + setrika di asrama dan kosan, bahasa kerennya laundry. Harganya bervariasi, mulai dari yang harga dihitung per bulan, per kilo sampai per potong baju. Karena merupakan “industri rumah tangga”, maka kebanyakan proses pencuciannya pun masih sederhana. Yup! Mencuci pakai tangan. Jasa laundry dengan mesin cuci baru aja muncul akhir-akhir ini. Ibu-ibu yang membuka usaha menawarkan jasa laundry, “resmi” dikenal sebagai Bu Londri.

Kira-kira sistem kerja bu Londri adalah sebagai berikut: Pagi-pagi bu Londri udah keluar rumah (jalan kaki bareng bu Londri lainnya ato dianter suaminya) membawa 1 plastik besar yang berisi pakaian bersih (telah dicuci) untuk dikembalikan kepada pelanggan di kosan atau asrama. Sekalian bu Londri mengambil pakaian kotor yang telah disiapkan oleh pelanggan. Kemudian setelah itu bu Londri pulang ke rumahnya juga dengan 1 plastik besar pakaian kotor yang akan dicucinya setelah sampai di rumah. Pakaian-pakaian itu akan dikembalikan kepada si pelanggan 2-3 hari setelah itu sambil mengambil pakaian kotor yang baru sesuai kesepakatan, dan begitu seterusnya berulang dari awal. Ibu Londri sendiri bisa mempunyai lebih 5 pelanggan yang berlainan kosan. Dan jarak kosan itu ke rumah bu Londri ga jarang cukup jauh. Bayangkan sendiri, betapa perkasanya beliau-beliau ini. Rata-rata mereka mematok harga 40 ribuan rupiah per bulan untuk jasa laundry.

Seiring berjalannya waktu, pekerjaan ini bukan semata-mata dikerjakan ibu Londri seorang diri. Ada kalanya dibantu oleh suaminya, anak-anaknya, ibunya bu Londri, ibu mertua, kakaknya, adiknya, atau bahkan tetangga sekitar! Maka dari itu bu Londri bisa mempunyai banyak pelanggan.

Pekerjaan bu Londri akan semakin berat, jika datangnya musim hujan. Ibu Londri harus pintar-pintar antisipasi agar pakaian pelanggannya bisa tetap kering dan bersih tepat waktu. Harusnya para pengguna jasa ibu Londri pake perasaan juga. Ini musim ujan dan musim sakit. Kasihan dong ama bu Londri dikasih cucian banyak-banyak. Kalo tiba-tiba bu Londrinya jatuh sakit gimana coba?

Berterimakasihlah kalian yang menggunakan jasa ini kepada bu Londri. Karena bu Londri, kalian bisa tetap tampil dengan pakaian rapi meski kalian sibuk setengah mati. Hmm….

Advertisements
Categories: Celoteh
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: