Home > Celoteh > Jendral yang Tersenyum

Jendral yang Tersenyum

Soeharto, The Smiling General begitu julukan padanya. Sebuah julukan yang kesannya menggambarkan kuatnya kekuasaaan beliau waktu itu yang tegas dan keras bagai besi namun dibungkus secara halus dengan senyum beliau yang khas. Benar-benar sebuah perpaduan yang akhirnya mampu mengkokohkan beliau sebagai salah satu pemimpin yang cukup disegani di Asia Tenggara selama 32 tahun lamanya. Sampai akhirnya ketika banyak celaan penuh benci caci maki terlontar menunjuk pada tubuh beliau yang rapuh di penghujung usianya, masih saja ada orang yang berkata: “coba kalo jamannya p’harto mana mungkin budaya kita bisa di bajak???”

Pak Harto adalah manusia biasa yang tak lepas dari segala kekurangan dan kesalahan. Di samping prestasi dan jasa beliau ada juga sisi lain yang traumatis. Kenangan bersama pemerintahan Pak Harto dalam sekali, mengingat 32 Tahun bukan waktu yang sebentar.

Membandingkan Pak Harto dengan Presiden RI pertama Bung Karno, seperti melihat roda sejarah yang berputar. Dipuja di awalnya. Dihina di akhirnya. Dan kemudian tidak sedikit yang merindukannya. Ya, tidak sedikit yang mengatakan, “lebih baik di jaman Soeharto” ketika mengingat pemerintahan beliau begitu memperhatikan yang namanya “stabilitas nasional” dan program “Pembangunan Nasional”-nya yang dikenal dengan Pembangunan Lima Tahun. Harga-harga murah, perekonomian tidak sesulit sekarang, banyak membangun sekolah inpres, puskesmas, meraih swasembada pangan dan lain-lain.

Pak Harto agaknya menyadari betul bahwa stabilitas nasional berkaitan dengan stabilitas regional, dalam hal ini stabilitas Asia Tenggara. Maka melalui ASEAN, beliau berusaha membawa stabilitas nasional ke kawasan Asia Tenggara. Hal ini membuat beliau cukup disegani oleh para pemimpin di Asia Tenggara waktu itu sampai sekarang. Ini ditunjukkan banyak para pemimpin Asia Tenggara yang menjenguk ketika beliau sakit dan mengantar kepergiannya.

Namun stabilitas nasional ini mempunyai harga yang mahal, menyisakan kenangan pilu bagi sebagian kalangan. Pemerintah dianggap terlalu represif, militeristik, tangan besi, anti kritik, dan tidak demokratis. Puncaknya ketika krisis moneter melanda Indonesia muncul suara-suara ketidakpercayaan terhadap pemerintahan yang dinilai sangat kental budaya KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme) sebagai penyebab utama. Akibatnya orde baru “disudahi” dan diganti dengan orde reformasi, yang berarti berakhirnya era kepemimpinan presiden Soeharto.

Namun tidak seperti Bung Karno yang kurang mendapat perhatian Pemerintah Orde Baru di penghujung usia beliau waktu itu. Pak Harto mendapat perlakuan yang selayaknya -jika tidak ingin dibilang istimewa. Presiden Yudhoyono agaknya berusaha memperbaiki sikap bangsa Indonesia dalam memperlakukan para pemimpinnya. Ya, sesuatu yang jelek tidak seharusnya diulang kembali bukan?

Dengan disaksikan ribuan rakyat Indonesia di sepanjang jalan, Jendral yang tersenyum itu dihantar ke tempat peristirahatannya yang sementara di alam kubur. Melihat antusiasme rakyat yang mengantarkan beliau, agaknya tidak berlebihan jika Emha Ainun Najib mengatakan bahwa Soeharto masih menjadi raja di sebagian hati rakyat Indonesia. Sebagian besar atau sebagian kecil? Silahkan anda saja yang menjawab.

Soeharto: sosok yang dicinta dan juga dibenci. Layakkah menyandang gelar pahlawan mengingat jasa beliau yag tidak sedikit terhadap ibu pertiwi? Pun beliau juga dianggap bertanggung jawab dalam beberapa kasus yang sampai sekarang tidak jelas ujung pangkalnya. Gelar pahlawan memang mengandung kontroversi. Gelar pahlawan seperti mata uang yang mempunyai 2 sisi. Pahlawan bagi sebagian orang belum tentu pahlawan bagi yang lainnya. Akhirnya semoga Allah menerima segala amal kebaikan dan ibadah beliau. Selamat jalan Jendral

Advertisements
Categories: Celoteh
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: