Home > Pribadi > Kena Tilang di Semarang

Kena Tilang di Semarang

Hmm, sekedar berbagi pengalaman saja. Begini ceritanya, karena saya lama di Bandung dan jarang pulang Semarang akhirnya saya kurang awas terhadap lalu lintas di kota Semarang hehehe (ceritanya mulai menyusun dalih…). Suatu ketika saya agak meleng… terjadi perubahan lampu bangjo dari hijau ke merah di suatu pertigaan, tepatnya di pertigaan  dekat rumah sakit Karyadi… perasaan sih ketika saya melintas masih hijau, namun karena saya berkendara dengan kecepatan yang teramat nyantai maka tepat di samping pos polisi saya dihentikan oleh polantas. Habisnya lampunya udah merah ternyata. Hm, harusnya saya tadi ngebut aja mungkin ya? Jadinya ga kena tilang, kayanya ada beberapa motor yang sama kaya saya, cuma bedanya mereka langsung tancap sedangkan saya pelan banget hehehehe…

Akhirnya saya kena Tilang, hohoho, ditawarin pilih sidang atau titip ama polisi… dengan biaya Rp 45.000,- hm? Karena terlalu mahal juga buat saya, akhirnya saya pilih opsi sidang aja, dan SIM saya dibawa ama polisi. Ceritanya pengen tau kalo sidang tilang itu gimana hehehe sungguh suatu alasan yang bodoh aneh. Akhirnya dapet dah surat tilang warna merah jambu, dengan jadwal sidang tanggal 5 September 2008 di pengadilan negeri Semarang.

Singkat cerita akhirnya saya berhasil sidang dan mendapatkan SIM saya kembali sendiri, tanpa calo, murni dengan keringat, darah, dan air mata sendiri. Tentu saja dengan membayar denda Rp 25.000,- dan biaya sidang (kalo ga salah) sebesar Rp. 1.000,-. Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan ketika anda memilih opsi sidang tilang di Semarang:

  1. Datanglah pagi-pagi benar, tentunya agar siap lebih awal akan memberikan keuntungan bagi anda. Terlebih yang sidang pada hari itu bukan hanya anda, mungkin ribuan lho… pastinya ada antri, desak-desakan, dan lain-lain. Jadinya, datang lebih awal untuk menghindari kondisi yang tidak diinginkan. Jangan lupa sarapan dan minum susu, agar kondisi badan anda tetap fit kalo pas puasa ya jangan lupa sahur yang cukup. Hehehe
  2. Sesampai di Pengadilan Negeri Semarang, carilah nomor urut anda pada daftar orang yang akan sidang pada hari itu pada papan pengumuman yang benar-benar tidak representatif. Tidak representatif? Yup! Anda harus siap berdesak-desakan dengan ribuan orang yang bernasib seperti anda dan juga para Calo. Hare genee masih desak2an liat pengumuman? Hehehe. Tidak mau? Anda bisa meminta tolong orang (Calo) atau oknum pengadilan negri untuk mencarikan nomor urut anda dengan biaya Rp 5.000,-. Mau? Kalo anda seorang wanita saran saya, lebih baik sih manfaatkan saja bantuan dari oknum pengadilan negeri Semarang yang tidak gratis itu…. daripada desak2an. Atau minta tolong ama anggota keluarga laki-laki anda.
  3. Sudah dapat nomer urut anda? (Waktu itu saya dapet nome urut 3 ribuan). Sekarang cari ruang sidang sesuai dengan nomer urut anda. Semisal ruang sidang 1 mulai dari nomor 1 sampai 500, ruang sidang 2 nomer 501 sampai 1000 dan seterusnya. Sudah dapat ruang sidangnya? Ya udah masuk aja….
  4. Dalam ruangan sudah ada orang yang memanggil orang-orang sidang dalam ruangan itu berdasarkan no urutnya bukan nama orangnya. Sekali lagi no urut sidang bukan nama orang. Dengarkan baik-baik, jangan ngobrol, apalagi ketiduran hehehe. Kalo dipanggil misal, “3000 ? ”  anda (no urut 3000) jawab , “ADA!” sekeras-kerasnya. Kemudian ikuti prosedur dalam ruang sidang tersebut…. Gimana kalo kelewat? Ya udah anda akan ditinggal, nunggu lagi sampai dipanggil lagi. Biasanya diulang lagi mulai dari awal setelah selesai pemanggilan no urut paling buntut. Nah inilah hikmahnya anda datang lebih awal. Hehehe.
  5. Udah dipanggil ya udah sidang! Mungkin anda bisa bawa tim pengacara pribadi anda atau kalau tidak puas  dengan putusan hakim silahkan saja naik banding…. wakakaka bercanda. Abis sidang bayar denda di loket pembayaran denda. Bayar denda? Ya iya laaaa masa ya iya doong.

Udah.. selesai. Ga mau cape-cape antri ama desak2an? Anda bisa memanfaatkan para calo yang berbaik hati membantu anda. Tentunya tidak gratis. Yang pasti lebih mahal. Malah bisa jadi lebih mahal daripada biaya titip ama Pak Polisi. Hmm Mungkin ketika anda ditilang, bisa dilakukan tawar-menawar jika anda ingin titip sidang ama pak polisi. Semisal anda akhirnya kena denda Rp 25.000, kalau anda bayar ke pak Polisi Rp 30.000 setelah tawar menawar waktu ditilang dulu mungkin masih bisa diterima, beda Rp 5.000. Daripada anda desak-desakan, SIM atau STNK disita. Ya tidak? hehehe.

OK segitu aja. Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan.

Advertisements
Categories: Pribadi
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: