Home > Celoteh > Mewaspadai Pujian

Mewaspadai Pujian

Hm.. pujian? Siapa sih yang tidak senang dipuji? Jika pujian itu jujur, maka kita akan mengetahui penilaian orang terhadap kita. Maka kita kembalikan semua pujian itu kepada Allah Subhanahu Wata’alaAlhamdulillah, bahwa kita selama ini kita diberi karunia Allah setitik “kebaikan” sehingga kita mendapat “predikat baik” di mata lingkungan kita. Namun kita juga harus berhati-hati….

Pujian yang terlalu tinggi bisa membuat kita terbang melayang, tinggi dan akhirnya lupa daratan. Selain itu pujian yang tinggi juga bisa mempengaruhi amalan kita ke depannya. Sehingga berjangkitlah penyakit angkuh, pongah, sombong, takabur, tinggi hati, dan akhirnya menjalankan kehidupan ini dengan sambil membusungkan dada. Sambil merasa, “inilah saya”.

Selain itu kemudian masih tuluskah kita? Atau semata-mata hanya ingin dipuji dan dianggap baik di depan orang lain? Jangan lupakan bahaya penyakit hati yang bisa muncul kapan saja berupa syirik kecil: riya’. Amal kita yang dahulunya lurus-lurus dan tulus-tulus akhirnya sekarang rusak karena cuma ingin pamer saja atau untuk mempertahankan predikat pujian pada kita.

Jadi ada baiknya kita instropeksi diri kalau menerima pujian. Semoga kita tidak terjangkiti oleh penyakit takabur dan riya’. Dan ini semua bisa jadi parah bila ternyata pujian itu cuma kosong, semata-mata agar kita terbang terlalu tinggi, sehingga jatuhnya sakit sekali….

Wallahu a’lam.

Advertisements
Categories: Celoteh
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: