Home > Celoteh > Fatwa Rokok Haram

Fatwa Rokok Haram

Rokok haram? Gile loe bro? Kaya kurang kerjaan aja… mending ngurusin rakyat kecil yang melarat, kelaparan, ini malah bikin fatwa yang tidak produktif. Coba bayangin kalo pabrik rokok ditutup, sekian orang jadi pengangguran. Mau? Mau? Mau? Lagian ntu kyai-kyai juga banyak yang ahli hisap. Udahlah jangan sok suci… yang ngrokok ya ngrokok…. yang nggak ya nggak… gitu aja kok repot. Ga usah ngurusin urusan orang lain. Realistis ajalah… fleksible…. OK? OK? OK?

Tunggu dulu! Perkenankan saya memberikan argumentasi….

Rokok memang sudah membudaya di masyarakat Indonesia. Bahkan termasuk bisnis yang banyak mendatangkan pemasukan bagi negara. Rokok tidak hanya digemari oleh orang tua, anak-anak SD pun tidak sedikit yang sudah belajar merokok. Selain itu rokok juga bukan cuma konsumsi dari orang-orang menengah ke atas, tapi juga menengah ke bawah. Kaya atau miskin, tidak peduli. Lebih baik tidak makan daripada tidak merokok. Hm sebegitunya ya kalo sudah menjadi candu….

Tak usahlah kita tanya kepada ulama, kita tanya aja pada dokter. Pun bagi dokter yang belum bisa meninggalkan rokok, kalau mau jujur pasti akan menjawab bahwa rokok tidak baik untuk kesehatan, bisa menimbulkan kanker paru-paru dan serangan jantung. Yup, racun utama rokok adalah tar dan nikotin yang bisa menimbulkan efek kecanduan. Rendah tar? Rendah nikotin? Apapun namanya dan dosisnya tetap akan membuat seorang perokok akan kecanduan, berusaha untuk menghisap lebih lama dan lebih dalam…. Untuk yang ini, mana ada yang masih tidak sepakat kalau dikatakan bahwa rokok itu racun? Ini dokter lho yang bicara. Orang yang ahli tentang kesehatan telah mengatakan bahwa rokok itu dapat membahayakan kesehatan. Jangankan dokter, bungkus rokok sendiri sudah mengakui secara jujur dan tulus, bahwa “merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin.”

Kalau anda sepakat bahwa rokok itu racun, mari kita masuk ke paragraf berikutnya….

Nah, sederhananya, apa hukum orang yang minum racun?

“Dan Allah menghalalkan bagi mereka semua perkara yang baik dan mengharamkan semua yang buruk.”(Al-A’rof:157)

Secara akal sehat, rokok itu buruk kan? Karena tidak baik buat kesehatan…. Jadi?

“Tidak boleh ada kemudharatan, tidak boleh ada perbuatan memudharatkan.”(Riwayat Imam Ahmad)

“Barangsiapa yang meniup racun hingga mati maka racun tesebut akan berada di tangannya lalu dihirupkan selama-lamanya di neraka Jahannam.”(Riwayat Muslim)

Rokok itu racun saudaraku… banyak mudharatnya.

Itu tadi dari sisi membahayakan atau tidak membahayakan. Sekarang Dari sisi pemborosan?

“Dan Allah membenci bila kalian membuang-buang harta.”(Riwayat Bukhari Muslim).

Jelas, kalau kita mau menelaah dengan jujur, akal yang sehat, dan dengan pemahaman yang shahih, maka kita ketahui bahwa rokok itu termasuk kriteria yang dibenci oleh Allah. Memang zaman Rasulullah belum ada rokok, namun melalui lisan beliau sholallahu ‘alaihi wasallam sudah dijelaskan tentang kriteria baik dan buruk di mata Allah.

Selain itu, kalau mau jujur, asap rokok itu mengganggu orang lain kan? Dan membahayakan orang lain kan yang tidak sengaja menghirupnya karena gangguan asap rokok selaku perokok pasif…. Secara kamu makan nangka, kita yang kena getahnya. Nah lho!

Tentang lapangan pekerjaan…. Ya, apakah kita akan menghalalkan pelacuran jika sebagian besar masyarakat berprofesi sebagai pelacur/germo untuk menyambung hidup mereka? Apakah kita akan menghalalkan perjudian jika sebagian besar masyarakat berprofesi di industri perjudian untuk menafkahi keluarga mereka? Apakah kita akan menghalalkan babi, jika masyarakat sebagian besar adalah peternak babi untuk menopang hidup mereka yang susah? Dan selanjutnya apakah kita akan menghalalkan rokok, jika rokok yang merupakan racun itu menjadi tumpuan ekonomi masyarakat banyak? TIDAK!

Ok, solusi yang mungkin sangat “darurat”. Pabrik rokok tetap berjalan, rokok tetap dilarang karena haram. Nah lho? Jual kemana? Ya jual ke negara yang menganggap rokok sah-sah saja. Amerika mungkin. Dan secara bertahap melakukan penghentian produksi rokok di negara tercinta ini….

So, kalo ada orang yang berpikiran bahwa rokok itu haram, ya masuk akal banget. Logis. Secara rokok itu racun gitu loh hehe. Argumentasinya kuat. Dan layak menjadi bahan pertimbangan. Tujuannya sangat mulia: Masyarakat yang lebih sehat dan tidak boros. Bayangin aja tuh kalo uangnya ga dipakai buat beli rokok dan ditabung, bisa buat modal usaha ya ga?

Sayang sekali, fatwa yang dikeluarkan MUI ini tidak tegas, jika hanya mengharamkan rokok untuk anak-anak, wanita dan mengharamkan merokok di tempat umum. Semoga ini merupakan langkah awal yang bagus untuk pengkajian yang lebih mendalam di masa mendatang. Meskipun begitu, secara pribadi saya pesimis bahwa fatwa ini akan didengar/dipatuhi. Kita tahu, selama ini banyak sekali orang yang merasa lebih mengerti agama dibandingkan dengan para ulama. Padahal pemahaman agamanya dangkal, namun tong kosong bunyinya nyaring. Ditambah lagi dengan para ulama ahli hisap yang memperturutkan hawa nafsunya dengan pendekatan “makruh” sebagai legitimasi argumentasi bolehnya merokok. Padahal kalau mereka mau tulus, makruh kan artinya amalan yang dibenci/tidak disukai oleh Allah. Lebih baik tidak dilakukan. Apakah rokok termasuk amalan baik? Takutlah kepada Allah duhai ahli hisap….

Namun demikian saya tidak menutup mata bahwa ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang hukum rokok. Saya kira ulama yang tidak mengharamkan rokok belum mengetahui bahaya rokok yang sebenarnya. Padahal sekali lagi dokter yang jujur dan bungkus rokok sendiri sudah sepakat jujur menyatakan bahwa “merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin.”

Jika MUI sudah mengambil langkah awal, sekarang kembali kepada pemerintah, sebagai pemegang kekuasaan, di sisi mana akan berdiri: kesehatan masyarakat dan masyarakat yang lebih baik atau bisnis tembakau? Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk-Nya kepada kita semua.

Advertisements
Categories: Celoteh
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: