Home > Celoteh > Mungkin yang Terbaik

Mungkin yang Terbaik

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Kepada Tuhan, seringkali manusia meminta sesuatu yang tidak pernah ia tahu. Ia pikir yang ia minta adalah pasti yang terbaik untuknya. Tanpa malu-malu kepada Yang Maha Pengasih lagi Penyayang cita-cita yang tinggi disematkan pada rapal doa yang dipanjatkan siang dan malam. Tak hanya doa, segenap usaha bersipayah dicurahkan, menandakan kesungguhannya. Namun ketika tidak diberi atau diberi namun tidak sesuai dengan harapan, maka sebilah prasangka ia asah tajam-tajam, kemudian dihunuskan diam-diam kepada Yang Maha Mengetahui.

Saya tidak pernah tahu bahwa Tuhan melarang hamba-Nya untuk berdoa kepada-Nya. Bahkan Allah Subhanahu Wata’ala, Rabb Semesta Alam menganjurkan kepada hambanya untuk berdoa kepada-Nya, “Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’.” (Al Mu’min:60).

Bahkan jika kita tidak mau berdoa kepada Allah, maka seperti hamba yang angkuh. Seolah-olah mereka tidak butuh Tuhan dan meniadakan kuasa Allah Azza Wa Jalla. Semoga kita tidak seperti itu.

Sekarang pertanyaannya siapkah kita untuk ditangguhkan atau bahkan ditolak doa-doa kita yang beriringan dengan susah payah usaha? Masalahnya kadang kita tidak cukup lapang dada ketika doa kita tidak atau belum menjadi nyata. Kecewa kepada Tuhan. Apalagi jika harapan terlalu tinggi. Karena jatuhnya terasa sakit sekali.

Berangkat dari kecewa, kita sering lupa melihat diri. Bisa jadi doa kita tidak diterima atau masih ditangguhkan karena kita masih bergelimang dosa. Atau bahkan itu yang terbaik buat kita! Yup, Allah lebih mengetahui yang terbaik buat kita bukan? Mungkin memang jalan kita bukan seperti doa kita. Mungkin dibalik belum terwujudnya do’a kita tersembunyi kehendak Allah yang akan membuat perubahan besar dalam perjalanan hidup kita menjadi lebih baik. Setidaknya kita bisa belajar untuk sabar dan ikhlas.

Tidakkah pernah kita berpikir jika ternyata dengan terkabulnya doa kita, bisa membuat kita menjadi mudah lupa diri, tidak bersyukur dan menjadi penyebab kehancuran keyakinan kita yang semula lurus?

Dari Abu Said Radhiallahu Anhu dia berkata bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengan satu doa kepada Allah, yang mana doanya tidak mengandung dosa dan pemutusan silaturahmi, kecuali karenanya Allah akan memberikan kepadanya salah satu dari tiga perkara: Akan disegerakan pengabulan doanya, ataukah akan disimpankan untuknya di akhirat, ataukah akan dihindarkan darinya kejelekan yang semisalnya.” Mereka (para sahabat) berkata, “Kalau begitu kami akan memperbanyak doa,” maka beliau bersabda, “Allah akan lebih banyak lagi memberikan.” (Hadits Riwayat Ahmad)

Jadi, mengapa tidak kita lapangkan dada kita dengan mengatakan bahwa ini mungkin yang terbaik untuk kita dan senantiasa berdoa dan berusaha semoga senantiasa diberikan yang terbaik dari Allah? Dan Rasulullah adalah sebaik-baik teladan dalam berdoa kepada Allah.

Wallahu a’lam

Advertisements
Categories: Celoteh
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: