Home > Celoteh > Belajar dari Pertanyaan

Belajar dari Pertanyaan

Suatu hari yang sok sibuk seorang anak manusia -sebut saja Kumbang (17)-  ditanya tentang suatu permasalahan yang berkaitan tentang aplikasi macro di excel oleh seseorang, sebut saja Bunga(40). Karena Sang Kumbang bukan seorang “excel man”, ditambah dengan beban pekerjaan yang agak overload (anggap saja begitu hehehe), merah padamlah hatinya, menahan murka berbadai-badai angin di gemuruh halilintar yang tercekat gelegarnya di tenggorokan. Sebal juga, tapi tidak ditampak kesal.  Ibarat api dalam sekam, hati mendidih berbuih-buih namun wajah tetap berusaha teduh menahan keluh. Bagaimana tidak? Sudah ada fasilitas internet dari Kantor dan sudah ada Mbah Google yang senantiasa berbaik hati menjawah pertanyaan, lalu untuk hal seperti ini masih juga tanya. “Usaha dong. Usaha!”, begitu sahutnya dalam hati sekenanya.

Mengingat pekerjaannya sebagai seorang IT Helpdesk and Support (masih prajabatan lagi), apa boleh buat apa mau dikata. Di mata orang, seorang IT Helpdesk dan Support  adalah seorang yang ahli mengerti komputer. Maka tak salah kalau kemudian jadi tempat bertanya hal-hal tentang komputer.

Padahal tidak  juga. Si Kumbang ini adalah IT Helpdesk yang sering menghabiskan waktunya di tiap-tiap telusur tautan dunia maya untuk semua permasalahan komputer yang dihadapinya melalui pintu gerbang mesin pencari. Sedikit atau banyak, itulah kenyataannya.  Si Kumbang ini tidak lebih dari seorang yang hanya “pandai” bertanya pada mbah Google.

Kemudian setelah meredakan amarahnya dengan serangkaian meditasi yoga dan tapa brata disimaklah pertanyaan kawan seperjuangan ini dengan hati-hati dengan seksama. “Pelayanan Prima” kira-kira seperti itulah doktrin yang pernah ditancapkan dalam dalam di relung hatinya.  “Macro, makanan macam apa pula ini? “, dalam hati bersungut-sungut. Terngiang berulang di ujung otaknya yang dangkal. Menggema di sudut sudut ruang hatinya yang rapuh lagi sunyi. Halah lebay banget :D.

Setelah dengan sabar si bunga memberikan gambaran permasalahan, Si Bunga meminjamkan sebuah buku kecil tentang macro sebagai bahan referensi. Hehe baik ya? Dan buku itu tetap tergeletak di tempatnya semalaman, karena Sang Kumbang kelelahan setelah lembur di malam panjang. Barulah keesokan paginya dibuka halaman demi halaman dengan rasa malas.

Excel, aplikasi yang paling dibenci selama kuliahnya: 5 x 365 x 24 x 60 x 60 detik tanpa terlewatkan. Excel hanya disentuhnya ketika terpaksa mengerjakan analisa tugas akhirnya, itupun penuh dengan sumpah serapah sejuta topan badai. Pada intinya dengan sebelah mata dipandangnya aplikasi office Microsoft itu. Cuih!

Dan tak lama kemudian,  di lembar-lembar halaman buku tipis kusut masai berdebu itu Sang Kumbang menemukan hal-hal yang sederhana dan menakjubkan. Bersemangat meloncat-loncat dari satu halaman ke halaman lain. Membaca dan mencoba. “Hm… ternyata macro dan excell itu powerfull”, gumannya dalam hati berbinar binar. Dan terkesiap kemudian penyesalan: 5 x 365 x 24 x 60 x 60 detik dulu kemana aja?

TERIMAKASIH! Itu adalah kata yang terucap tulus tak putus-putus ditujukan kepada Si Bunga. Karena berkatnyalah Sang Kumbang diperkenalkan kepada sebuah ‘teknologi’ asyik yang bernama Macro di Excel 2007. Dan yang paling penting sekarang Sang Kumbang menyadari bahwa dari pertanyaan-pertanyaan yang seringkali dianggap remeh dan tidak pernah terpikirkan olehnya ternyata bisa menjadi pintu menuju pengetahuan yang baru. Ya, ini adalah proses belajar melalui pertanyaan.

Sebenarnya tidak satu – dua kali Sang Kumbang mengalami hal ini. Namun bodohnya, baru saja ia menyadarinya, bahwa pengetahuan-pengetahuan yang ia dapatkan selama ini adalah buah dari pertanyaan-pertanyaan kecil yang mengusiknya. Kemudian ketika ada orang yang dengan sukarela membantunya dalam proses belajar ini dengan menemukan pertanyaan-pertanyaan lain yang belum pernah terpikirkannya, mengapa harus menerima dengan sesak dada?  Mengapa harus merasa terganggu? Selain itu apa salahnya berbagi ilmu dan saling bantu kepada sesama? Secara tidak langsung kita belajar hal baru. Kalau kita sudah tahu, berarti kita sedang mengulang pelajaran lama. Ndak ada ruginya.

Akhirnya kisah ini adalah fiktif belaka yang ditulis dengan proses dramatisasi yang lebai :P.  Apabila ada kemiripan tempat, nama, dan kejadian hanyalah kebetulan semata. Btw, angan terlalu serius dan semoga dapat diambil manfaatnya.

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim Allah akan tutupkan aibnya di dunia dan akhirat. Allah selalu menolong hambanya selama hambanya menolong saudaranya. Siapa yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu, akan Allah mudahkan baginya jalan ke syurga. Sebuah kaum yang berkumpul di salah satu rumah Allah membaca kitab-kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka, niscaya akan diturunkan kepada mereka ketenangan dan dilimpahkan kepada mereka rahmat, dan mereka dikelilingi malaikat serta Allah sebut-sebut mereka kepada makhluk disisi-Nya. Dan siapa  yang lambat amalnya, hal itu tidak akan dipercepat oleh nasabnya. (Riwayat Muslim – Arbain An Nawawi : 36)

Advertisements
Categories: Celoteh
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: