Archive

Archive for May, 2010

Pesan dari Bungurasih

31/05/2010 Leave a comment

Seorang lelaki kecil berjalan dengan langkah gontai pada suatu terminal bus yang riuh ramai. Meski bermandi cahaya lampu-lampu, namun pendar itu masih kalah dengan gelap seraut wajah resah penuh keluh kesah. Pun seolah bulan mati tak bercahaya dimakan sesak minggu-minggu lalu yang padat lagi penat. Perlahan menuju sudut trotoar yang biasanya. Ia tak sendiri di antara puluh bahkan ratusan calon penumpang menunggu Jaya Utama yang enggan datang.

“Semarang. Aku ingin segera tiba di Semarang”, bisiknya lirih pada ayunan bimbang, saat-saat Semarang tak memanggil pulang.

Bungurasih Purabaya. Terminal seribu wajah menyambut lelaki kecil itu di lorong-lorong koridor dengan pertanyaan yang sama dan tak kenal bosan tak tahu jemu. “Kemana mas? Bali Denpasar? Jakarta?”. Nanar pandang itu begitu sayu, dibingkai wajah yang layu. Lepas pukul delapan malam entah kapan mereka ini terakhir makan.

Read more…

Categories: Celoteh

Kapan Nikah?

27/05/2010 1 comment

Di suatu kantor, di sebuah ruangan, setelah istirahat makan siang,¬† tampak pria-pria kesepian ūüėÄ sibuk googling tentang foto prewed sambil senyum-senyum sendiri. Ya begitulah kelakuan anak-anak calon pegawai yang sedang menghabiskan waktu menunggu surat keputusan pengangkatan. Namun entah mengapa senyum-senyum itu seperti menyindir sesuatu yang sudah semakin terpinggir di seperempat abad.

Mereka-mereka yang muda-muda sudah memikirkan nikah, lengkap dengan rencana foto  prewed yang manis dan  pesta yang meninggalkan kesan mendalam buat kedua mempelai. Bahkan mungkin ada yang mengukur baju pengantin, tukar-tukar cincin,  dan menghitung-hitung jumlah undangan yang kelak disebar. Sah-sah saja. Apalagi yang dinanti jika nanti sudah pegawai?

Read more…

Categories: Pribadi

Menunggu Apapun Itu

23/05/2010 3 comments

Di hadapan mata-mata yang begitu tajam mencari celah untuk melemparkan pertanyaan yang mematikan, lelaki kecil berjuang tetap bertahan menjadi yang tak tergoyahkan di balik benteng argumentasi yang dibangun pada lembar-lembar telaah ilmiah. Usai sudah perjuangan menit-menit yang sulit untuk menjadi abdi negara. Mencoba untuk tetap tenang meraih menang pada sebuah sidang pengujian.

Read more…

Categories: Pribadi

Anak di Pentas Bakat

17/05/2010 1 comment

Pada layar kaca di suatu malam. Di atas panggung pentas bakat yang dibingkai oleh hingar bingar sahutan dan tepuk tangan penonton, satu persatu peserta menampilkan bakat yang ia miliki berharap menjadi pilihan berdasarkan perolehan polling sms.  Pria, wanita, tua, muda, anak-anak, tunggal maupun berkelompok,  turut serta berlomba mencoba menjadi jawara di hati pemirsa. Tunggu dulu, anak-anak? Yup! Anak-anak juga.

Dan anak-anak itu berhasil mencuri perhatian. Orang dewasa itu biasa! Dengan masa hidup yang sudah lama, tentu asam garam pun sudah pernah dirasakan ketika mengasah bakat mereka sehingga sedemikian tajam. Namun anak-anak? Tentu memiliki nilai lebih di sisi dewan juri. Jika masih kecil saja sudah sedemikian bersinar, tentu ketika dewasa akan semakin menyilaukan.

Read more…

Categories: Celoteh

Mari Tersenyum…

03/05/2010 2 comments

Kapan terakhir kita tersenyum?¬†Bukan.. bukan sekedar mengetik hehe wakaka kekeke, atau emoticon titik dua dengan tanda kurung¬† atau titik dua dipadu dengan huruf¬† “D” di baris-baris kata sapa yang maya.

Bukan hanya basa basi yang dilengkung setengah hati setiap pagi kala menyapa matahari, awan dan embun pagi dan ketika bersua dengan bangsa manusia.

Bukan pula hanya sekedar sedekah yang paling mudah pelengkap ibadah muamalah. Sekali lagi, kapan terakhir kita tersenyum?

Read more…

Categories: Celoteh