Home > Celoteh > Mari Tersenyum…

Mari Tersenyum…

Kapan terakhir kita tersenyum? Bukan.. bukan sekedar mengetik hehe wakaka kekeke, atau emoticon titik dua dengan tanda kurung  atau titik dua dipadu dengan huruf  “D” di baris-baris kata sapa yang maya.

Bukan hanya basa basi yang dilengkung setengah hati setiap pagi kala menyapa matahari, awan dan embun pagi dan ketika bersua dengan bangsa manusia.

Bukan pula hanya sekedar sedekah yang paling mudah pelengkap ibadah muamalah. Sekali lagi, kapan terakhir kita tersenyum?

Apakah kita merasa bahwa ternyata senyum itu jarang lepas? Terpenjara dalam ruang waktu yang sesak dan mendesak. Terkepung oleh hari-hari yang sempit oleh berbagai macam agenda yang di ada-ada dan mengada-ada. Seolah senyum senantiasa kalah oleh keluh kesah yang lebih deras dari tumpah ruah hujan yang paling badai sekalipun. Atau kalaupun ada, malah senyum-senyum kecut? Senyum getir? Senyum pahit? Atau malah senyum yang menghinakan? Sisa-sisa pingkal-pingkal ketika melihat seseorang yang tampak pandir di atas panggung bumi yang renta?

Itukah senyum-senyum yang seharusnya mewarnai hari-hari? Lalu dimanakah senyum-senyum yang tulus? Kemana pula senyum-senyum yang manis menyejukkan hati? Tanya kemana senyum-senyum yang melapangkan dada-dada dan mempererat ukhuwah? Senyum-senyum yang mensyukuri setiap anugrah?  Senyum-senyum yang mempengaruhi, menginspirasi, menyemangati? Senyum yang menghangatkan semua yang dingin dan mencairkan semua yang beku? Senyum yang membebaskan jiwa-jiwa  yang terpasung oleh murung?

Mari tersenyum,  dan bagi senyum kita -tulus- untuk dunia yang lebih baik, untuk diri kita, dan orang-orang sekitar kita yang kita cintai. Mari tersenyum dan bebaskan diri kita yang terikat oleh penat. Bismillah… 🙂

“Tersenyum ketika bertemu dengan saudara kalian adalah termasuk ibadah”.  (Hadits riwayat At-Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Al-Baihaqi)

“Sesungguhnya pintu-pintu kebaikan itu banyak: tasbih, tahmid, takbir, tahlil (dzikir), amar ma’ruf nahyi munkar, menyingkirkan penghalang (duri, batu) dari jalan, menolong orang, sampai senyum kepada saudara pun adalah sedekah.” (Hadits riwayat Ad Dailamy)

“Jangan meremehkan sedikit pun tentang makruf (berbuat kebajikan) meskipun hanya menjumpai kawan dengan berwajah ceria (senyum).” (Hadits riwayat Muslim)

nb: oya gambar diambil dari http://www.watermelon.org 🙂

Advertisements
Categories: Celoteh
  1. 09/05/2010 at 1:15 pm

    mari senyumm..
    Cheesseeee….
    cepret!!

    purwanindita: cheeessseeee 😀

  2. siLvi
    26/05/2010 at 1:25 am

    LebAy ah mAz aLien!!!
    aLay2 … 😀

    Purwanindita: Diajak berbagi senyum kok malah lebay. Dasar Silpi orang yang aneh 🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: