Home > Pribadi > Kapan Nikah?

Kapan Nikah?

Di suatu kantor, di sebuah ruangan, setelah istirahat makan siang,  tampak pria-pria kesepian 😀 sibuk googling tentang foto prewed sambil senyum-senyum sendiri. Ya begitulah kelakuan anak-anak calon pegawai yang sedang menghabiskan waktu menunggu surat keputusan pengangkatan. Namun entah mengapa senyum-senyum itu seperti menyindir sesuatu yang sudah semakin terpinggir di seperempat abad.

Mereka-mereka yang muda-muda sudah memikirkan nikah, lengkap dengan rencana foto  prewed yang manis dan  pesta yang meninggalkan kesan mendalam buat kedua mempelai. Bahkan mungkin ada yang mengukur baju pengantin, tukar-tukar cincin,  dan menghitung-hitung jumlah undangan yang kelak disebar. Sah-sah saja. Apalagi yang dinanti jika nanti sudah pegawai?

Sudah dapat gaji yang alhamdulillah cukup. Untuk melengkapi separuh agama ini, apalagi jika tidak disempurnakan dengan menikah? Mau menunggu punya rumah? Mau menunggu punya kendaraan? Menunggu siap? Gengsi karena belum cukup modal untuk mengadalan perhelatan agung?

“Wahai para pemuda! Barang siapa diantara kalian yang telah mampu, maka menikahlah, karena demikian (nikah) itu lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Barang siapa yang belum mampu, maka berpuasalah, karena puasa akan menjadi perisai baginya”. Hadits riwayat Al-Bukhoriy  dan Muslim.

Mau menikah? Pasti mau! Kapan? Haha… (masih) tersenyum kecut, sekecut uasem!  (sensitif thinking mode on) 😛

Alangkah indah jika bisa menikah di atas as-sunnah. Tak perlu pesta mewah, sekedar bersahajanya walimah. Tak perlu mahar mahal, karena Rasulullah bersabda, “Diantara berkahnya seorang wanita, memudahkan urusan (nikah)nya, dan sedikit maharnya”. Hadits Riwayat  Imam Ahmad dan di-hasan-kan Al-Albaniy dalam Shohih Al-Jami’ (2231).

Fiuhhh… Semoga Allah senantiasa mempermudah urusan ini. Amien.

“Jika datang seorang lelaki yang melamar anak gadismu, yang engkau ridhoi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah (musibah) dan kerusakan yang merata dimuka bumi “. Hadits Riwayat At-Tirmidziy dan di-hasan-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (1022).

“Ada tiga orang yang wajib bagi Allah untuk menolongnya: Orang yang berperang di jalan Allah, budak yang ingin membebaskan dirinya, dan orang menikah yang ingin menjaga kesucian diri”. Hadits riwayat At-Tirmidziy, An-Nasa’iy,  Ibnu Majah dan di-hasan-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Takhrij Al-Misykah (3089).

Berdasarkan hadits di atas, Allah PASTI menolong orang yang menikah karena ingin menjaga kesucian diri.

“Agama adalah mudah dan tidak seorangpun yang mempersulit dalam agama ini, kecuali ia akan terkalahkan“. Hadits Riwayat Al-Bukhary  dan An-Nasa’iy.

“Allah tidak menghendaki menyulitkan kalian, tetapi Dia hendak membersihkan kalian dan menyempurnakan nikmat-Nya bagi kalian, supaya kalian bersyukur.” (QS. : Al-Maidah: 6)

Bismillah bismillah dan bismillah…. Semoga bisa jadi penyemangat….

Advertisements
Categories: Pribadi
  1. 27/05/2010 at 1:39 pm

    aminn ya Rabb amin..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: